Tugas ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI, pertemuan 2 NIM 11161916 kelas 11.6A.39


Pertemuan 2

1.  Berikan contoh etiket atau pelanggaran berinternet yang anda ketahui dalam :
a.    Berkirim surat melalui email
b.    Berbicara dalam chatting
Jawaban :
a.    Contohnya : Email Spam, Email Bomb, Menyiarkan ulang tulisan atau media apapun yang belum mendapat izin dari orang atau lembaga yang memiliki hak penerbitan yang sah, Menyebarkan materi dan bahasa yang bersifat pornografi/ vulgar dan tidak etis.
b.    Contohnya : -Merusak nama baik, mengancam, melecehkan atau menghina orang lain
-Melakukan teror dengan identitas yang tidak jelas baik di akun email maupun di akun media sosial
-Mengeluarkan pernyataan yang berbau SARA (Suku,Agama,Ras, dan Antar golongan)

2.  Jelaskan berbagai macam kegiatan apa saja yang bisa dilakukan pada dua kegiatan di atas
Jawaban :
-       Email Spam yaitu pengiriman email secara berulang-ulang dengan topik yang sama ataupun berbeda. Karena biasanya menawarkan informasi berupa produk ataupun jasa yang tidak kita inginkan.
-       Email Bomb yaitu cara untuk membuat server menjadi down. Email ini dilakukan dengan cara mengirimkan suatu email secara serempak dan dalam jumlah yang sama yaitu dengan menggunakan kode program perulangan/ looping sehingga mengakibatkan server menjadi down.
-       Mengeluarkan pernyataan yang berbau SARA (Suku,Agama,Ras, dan Antar golongan) adalah memgeluarkan statement yang sensitive dan membuat orang lain yang memiliki latar belakang SARA yang berbeda menuai protes unsur pelecehan nama baik sehingga mengakibatkan pertumpahan darah.

3.  Jelaskan apa yang dimaksud dengan “proses professional” dalam mengukur sebuah profesionalisme
Jawaban :
Proses professional atau professionalisasi adalah proses evolusi yang menggunakan pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi ke arah status profesional.
Untuk mengukur sebuah professionalisme, tentunya perlu diketahui terlebih dahulu standar profesional. Secara teoritis menurut Gilley Dan England (1989), standar profesional dapat diketahui dengan empat perspektif pendekatan, yaitu :
  1. Pendekatan berorientasi filosofis.
Ada 3 hal pokok yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat profesionalisme
-     Pendekatan lambang profesional
Lambang profesional yang dimaksud antara lain seperti sertifikat, lisensi, dan akreditasi.
-     Pendekatan sikap individu
Pendekatan ini melihat bahwa layanan individu pemegang profesi diakui oleh umum dan bermanfaat bagi penggunanya
-     Pendekatan electic
Pendekatan ini melihat bahwa proses profesional dianggap sebagai kesatuan dari kemampuan, hasil kesepakatan dan standar tertentu
  1. Pendekatan perkembangan bertahap
-       Orientasi perkembangan menekankan pada enam langkah dalam proses berikut  : berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap suatu profesi.
-       melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu untuk mendukung profesi yang dijalaninya.
– setelah individu-individu berkumpul, selanjutnya para praktisi akan terorganisasi secara formal pada suatu lembaga yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat sebagai sebuah organisasi profesi.
-       membuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan pengalaman dan kualifikasi tertentu
-       menentukan kode etik profesi yang menjadi aturan main dalam menjalankan sebuah profesi yang harus ditaati oleh semua anggota profesi yang bersangkutan
-       revisi persyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu seperti syarat akademis dan pengalaman melakukan pekerjaan di lapangan
  1. Pendekatan berorientasi karakteristik
Ada delapan karakteristik pengembangan proses profesional yang saling terkait, yaitu :
– kode etik profesi yang merupakan aturan main dalam menjalankan sebuah
   profesi
– pengetahuan yang terorganisir yang mendukung pelaksanaan sebuah
     
   profesi
– keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus
– tingkat pendidikan minimal dari sebuah profesi
– sertifikat keahlian yang harus dimiliki sebagai salah satu lambang
   profesional
– proses tertentu sebelum memangku profesi untuk bisa memikul tugas dan
   tanggung jawab dengan baik
– adanya kesempatan untuk menyebarluaskan dan bertukar ide di antara
   Anggota
– adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi malpraktik dan
   pelanggaran kode etik profesi
  1. Pendekatan berorientasi non-tradisional
Menyatakan bahwa seseorang dalam bidang ilmu tertentu diharapkan mampu melihat dan merumuskan karakteristik yang unik dan kebutuhan sebuah profesi.
Dengan pendekatan-pendekatan yang dibahas di atas, dapat disimpulkan bahwa mengukur profesionalisme bukanlah hal yang mudah karena profesionalisme tersebut diperoleh melalui suatu proses profesional, yaitu proses evolusi dalam mengembangkan profesi ke arah status profesional yang diharapkan.

🙋😊👈🙏 

Komentar

Postingan Populer